banner 728x250

KJI Sulsel Matangkan Rakerwil, Susun Struktur hingga Daerah

  • Bagikan

Sidrap — JELAJAHSULSEL.COM- Organisasi boleh besar, tapi kerja harus realistis. Itu nada yang mengemuka dalam rapat konsolidasi Kolaborasi Jurnalis Indonesia (KJI) Sulawesi Selatan, Kamis (23/4/2026), di Cafe Marza.

Rapat dipimpin Ketua KJI Sulsel, Edy Basri, didampingi Sekretaris Muh Tohir dan Bendahara Ersan. Seluruh pengurus hadir. Agenda utamanya: memanaskan mesin organisasi jelang Pra Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) I tahun 2026.

Dalam arahannya, Edy menyampaikan pesan langsung dari Ketua Umum KJI Pusat, Andarizal. Intinya sederhana, tapi sering diabaikan: jangan muluk.

“Tidak perlu banyak program kalau tidak bisa dieksekusi. Dua program dalam satu bidang sudah cukup, asal jalan,” kata Edy, mengutip arahan tersebut.

Kalimat itu seperti rem bagi kecenderungan organisasi yang kerap “gemuk di rencana, kurus di pelaksanaan”. KJI Sulsel memilih jalur sebaliknya: sedikit program, tapi terukur.

Rakerwil sendiri belum dipastikan lokasinya. Namun waktunya sudah mengerucut: setelah Idul Adha. Artinya, waktu persiapan tidak panjang. Konsolidasi harus cepat, keputusan harus tegas.

Dalam rapat itu juga ditetapkan struktur panitia. Andi Indera Dewa ditunjuk sebagai ketua, dengan Abd Azis sebagai sekretaris dan Husain sebagai bendahara. Komposisi ini diharapkan bisa langsung bekerja tanpa banyak penyesuaian.

Namun pembahasan tidak berhenti di agenda Rakerwil.

Ada isu lain yang tak kalah penting: identitas dan infrastruktur organisasi. Pengadaan Kartu Tanda Anggota (KTA) mulai dimatangkan. Begitu juga rencana sekretariat—sesuatu yang sering dianggap sepele, tapi krusial sebagai pusat aktivitas.

Lebih jauh, KJI Sulsel juga mulai mendorong pembentukan pengurus di tingkat kabupaten/kota. Ini langkah ekspansi. Tapi sekaligus ujian: apakah organisasi mampu tumbuh tanpa kehilangan kontrol dan kualitas.

Rapat ini memberi satu sinyal: KJI Sulsel sedang berbenah. Bukan dengan gebrakan besar, tapi dengan langkah-langkah yang lebih terukur.

Karena dalam organisasi, yang menentukan bukan seberapa besar rencana dibuat—tapi seberapa jauh rencana itu benar-benar dijalankan. (*)

banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *