banner 728x250

Edy Basri: KJI Sulsel Berkomitmen Kawal Kepemimpinan Kapolres Sidrap

  • Bagikan

 

Sidrap-Jelajahsulsel.com- Ramadan di Aula Tathya Dharaka Polres Sidrap sore itu, bukan hanya tentang santunan anak yatim dan buka puasa bersama. Ada pernyataan yang lebih dalam dari sekadar seremoni.

Example 300x600

Setelah Wakapolres Sidrap Kompol Sumardi SH menyampaikan sambutan mewakili Kapolres, suasana ruangan sudah hangat. Namun ketika MC memanggil Ketua Kolaborasi Jurnalis Indonesia (KJI) Sulsel, Edy Basri, atmosfer berubah lebih personal.

Edy tidak berbicara panjang. Tapi yang ia sampaikan membuat ruangan hening—lalu bertepuk tangan.

Ia menegaskan, KJI Sulsel berkomitmen mengawal kepemimpinan Kapolres Sidrap, AKBP Dr. Fantry Taherong. Bukan mengawal dalam arti membela tanpa kritik. Tetapi mengawal dalam koridor profesional: mendukung yang baik, mengingatkan jika perlu.

Menurut Edy, sosok Fantry bukan orang baru dalam relasi jurnalis dan kepolisian.
“Saya kenal Pak Fantry sejak sekitar 2014. Waktu itu pangkatnya masih Ajun Komisaris Polisi (AKP). Kami biasa bertugas bersama di lapangan, jurnalis dan polisi,” ujar Edy

Ia menggambarkan hubungan itu bukan hubungan formal belaka. Ada proses panjang di lapangan—di tengah tugas, peristiwa, dan dinamika pemberitaan.

Bagi Edy, kepemimpinan tidak lahir tiba-tiba. Ia ditempa waktu. Dan Fantry, kata dia, tumbuh dalam proses yang ia saksikan sendiri.

Karena itu, KJI Sulsel melihat kepemimpinan Kapolres saat ini sebagai sesuatu yang patut dijaga bersama. Sinergi yang sudah terbangun antara insan pers dan Polres Sidrap dinilai berada dalam jalur yang sehat.

“Faktanya, hubungan jurnalis dan Polres Sidrap sudah sangat bersinergi. Kritik itu pasti ada. Tapi itu hanya sebagian kecil. Selebihnya, kami mendukung dan mengakomodir kegiatan-kegiatan kepolisian yang memang untuk kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Pernyataan itu bukan basa-basi forum. Itu sikap organisasi.

Di tengah derasnya arus informasi dan cepatnya opini berkembang, relasi yang dibangun atas dasar saling percaya menjadi penting. Polisi butuh pers untuk menyampaikan kerja-kerja institusi secara utuh. Pers butuh keterbukaan agar informasi tetap berimbang.

Malam itu, santunan anak yatim menjadi simbol empati. Tetapi komitmen sinergi menjadi pesan utama.

Ramadan menghadirkan kebersamaan. Dan di Sidrap, kebersamaan itu bukan hanya di meja berbuka—melainkan dalam komitmen menjaga daerah tetap aman, informasi tetap jernih, dan kepemimpinan tetap berada dalam pengawalan yang profesional. (*)

banner 325x300
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *