SIDRAP — jelajahsulsel.com- Jangan salah. Kemajuan suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh angka ekonomi atau pembangunan fisik semata. Ada satu fondasi yang sering luput disadari, tapi justru paling menentukan: keamanan dan ketertiban masyarakat.
Pesan itulah yang menguat dalam pelaksanaan Salat Idulfitri 1447 Hijriah di halaman Polres Sidrap, Sabtu (21/3/2026) pagi.
Di tengah suasana yang tenang dan penuh kesederhanaan, ratusan warga bersama personel kepolisian melaksanakan salat Id dengan khusyuk. Tidak ada kemewahan. Yang ada hanya kebersamaan—antara aparat dan masyarakat—dalam satu saf yang rapi.
Sebelum salat dimulai, Kapolres Sidrap Fantry Taherong menyampaikan sambutan seragam Bupati Sidrap. Namun lebih dari sekadar sambutan, ada pesan penting yang ia tekankan.
Menurutnya, keamanan dan ketertiban bukan hanya tugas kepolisian, melainkan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.
“Kita menyadari bersama bahwa menjaga kamtibmas bukan semata-mata tugas kepolisian. Ada peran penting masyarakat dalam menciptakan wilayah yang aman,” ujarnya.
Kalimat itu sederhana. Tapi maknanya dalam.
Sebab tanpa keamanan, pembangunan akan sulit berjalan. Aktivitas ekonomi bisa terganggu. Masyarakat tidak merasa nyaman. Dan pada akhirnya, kemajuan daerah menjadi terhambat.
Sebaliknya, ketika keamanan terjaga, semua sektor bisa bergerak. Ekonomi tumbuh. Investasi masuk. Kehidupan sosial berjalan lebih harmonis.
Di sinilah letak benang merahnya.
Keamanan adalah fondasi.
Dan tanpa fondasi yang kuat, kemajuan hanya akan jadi wacana.
Dalam kesempatan itu, Fantry Taherong juga mengingatkan bahwa Idulfitri bukan sekadar perayaan, melainkan momentum refleksi diri.
“Hari ini merupakan hari kemenangan setelah 30 hari kita melaksanakan ibadah puasa. Ini menjadi ajang untuk memperbaiki diri agar lebih baik dari sebelumnya,” katanya.
Pesan itu mengalir selaras dengan semangat menjaga kebersamaan dan kepedulian sosial.
Tak hanya itu, Kapolres juga mengapresiasi capaian Pemerintah Kabupaten Sidrap yang berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 7,7 persen.
Menurutnya, capaian tersebut tidak berdiri sendiri. Ada kaitan erat dengan kondisi keamanan yang kondusif.
“Pertumbuhan ekonomi yang baik berbanding lurus dengan menurunnya tingkat kejahatan,” ungkapnya.
Artinya, ketika ekonomi tumbuh, kesejahteraan meningkat. Dan ketika masyarakat sejahtera, potensi gangguan keamanan pun ikut menurun.
Di akhir sambutannya, Kapolres mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung program unggulan pemerintah daerah.
Ia menyinggung visi besar menjadikan Sidrap sebagai daerah yang bersih, bercahaya, maju, sejahtera, aman, dan religius.
Semua itu, menurutnya, tidak bisa dicapai tanpa kolaborasi.
Tanpa peran aktif masyarakat.
Dan tanpa komitmen menjaga keamanan bersama.
Salat Id pun berlangsung khusyuk.
Takbir menggema. Saf dirapikan. Suasana tetap sederhana, namun penuh makna.
Di halaman Polres Sidrap itu, bukan hanya ibadah yang dilaksanakan. Tapi juga penguatan pesan penting bagi masyarakat:
Bahwa kemajuan daerah tidak hanya soal pembangunan yang terlihat,
Tapi juga tentang bagaimana keamanan dan ketertiban dijaga bersama. (*)


















